• Selasa, 15 September 2026

13 Nelayan Aceh Timur Segera Pulang, Haji Uma Terus Koordinasi dengan KJRI Singapura

Photo Author
Rizki Maulizar, ExploreGayo.com
- Selasa, 15 September 2026 | 17:14 WIB
13 Nelayan Aceh Timur Segera Pulang, Haji Uma Terus Koordinasi dengan KJRI Singapura.
13 Nelayan Aceh Timur Segera Pulang, Haji Uma Terus Koordinasi dengan KJRI Singapura.

EXPLOREGAYO.COM, BANDA ACEH - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, hingga kini masih terus membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla terkait proses pemulangan nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Thailand sejak Maret 2026.

Hingga Senin (14/9/2026), Haji Uma memperoleh konfirmasi bahwa sebanyak 13 nelayan telah memasuki proses persiapan pemulangan ke Indonesia. Sementara lima nelayan lainnya masih belum dapat dipulangkan dan perkembangan proses hukumnya kembali dipertanyakan kepada KJRI Songkhla.

Haji Uma menjelaskan, para nelayan tersebut berasal dari dua boat. Boat Anak Manja membawa 14 orang nelayan.

Dari jumlah tersebut, satu orang telah dipulangkan pada awal penangkapan karena masih berusia di bawah umur, sehingga tersisa 13 nelayan yang kini sedang dipersiapkan untuk kembali ke Indonesia.

Sementara itu, lima nelayan lainnya berasal dari Boat Jalur Gaza. Hingga saat ini, kelima nelayan tersebut belum dapat dipulangkan dan Haji Uma masih terus meminta penjelasan serta perkembangan terbaru dari KJRI Songkhla terkait proses yang sedang mereka jalani.

Persoalan tersebut sebelumnya mendapat perhatian Haji Uma setelah dirinya menerima surat dari keluarga para nelayan yang meminta bantuan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan nasib anggota keluarga mereka selama berada di Thailand.

Menindaklanjuti surat keluarga tersebut, pada 10 Agustus 2026 Haji Uma kemudian menyurati pihak terkait untuk meminta informasi resmi mengenai kondisi para nelayan Aceh Timur yang ditangkap di wilayah Phuket, Thailand, pada 10 Maret 2026.

“Setelah kita menerima surat dari keluarga, kita langsung membangun komunikasi untuk mengetahui kondisi dan perkembangan proses hukum para nelayan tersebut.

Saat itu KJRI Songkhla menyampaikan bahwa mereka tetap mendapatkan pendampingan selama menjalani proses hukum,” kata Haji Uma.

Menurut Haji Uma, setiap perkembangan yang diperoleh juga disampaikan kepada keluarga para nelayan agar mereka mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi anggota keluarganya.

Dalam dua hari terakhir, Haji Uma kembali mendapatkan konfirmasi dari KJRI Songkhla bahwa 13 nelayan dari Boat Anak Manja segera dipulangkan ke Indonesia. Namun, jadwal kepulangan masih dalam tahap koordinasi dengan Imigrasi Phuket.

“Informasi yang kita terima dari KJRI Songkhla, 13 nelayan ini sudah dalam proses untuk dipulangkan dan kemungkinan dalam pekan ini.

Untuk tanggal pastinya masih dikoordinasikan dengan Imigrasi Phuket. Begitu sudah ada kepastian, tentu akan segera kita sampaikan kepada keluarga,” ujarnya.

Terkait lima nelayan dari Boat Jalur Gaza yang belum dapat dipulangkan, Haji Uma mengatakan pihaknya kembali meminta penjelasan kepada KJRI Songkhla agar status dan perkembangan proses hukum mereka juga dapat diketahui secara jelas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Maulizar

Tags

Terkini

X